FREQUENTLY ASKED QUESTIONS

Topic

1. Flat TV

Gambarnya kacau.

Saluran tidak ditangkap dengan benar. Tune kembali salurannya.

TV terkadang menghasilkan bunyi berderak.

Jika gambar dan suaranya biasa, mungkin suara dari kabinet yang mengembang dan menciut karena perubahan ruangan/ pengaturan suhu. Ini bukanlah kerusakan.

Remote Kontrol tidak berfungsi.

Sinar pengirim pengontrol jarak jauhnya tidak mencapai jendela penerima di TV. Pastikan bahwa Remote Kontrol diarahkan pada TV dan sinar yang dikirim tidak terhalang, ATAU jarak terlalu jauh. Gunakanlah remote kontrol dalam jarak 7m dari TV. Jika jarak ini tidak mungkin, gantilah baterenya, ATAU batere telah habis. Ganti baterenya, ATAU batere tersebut tidak dimasukkan dengan benar, posisi (+/-) terbalik.

Ada gambar biasa namun tidak ada warna.

Sistem warna TV salah. Silahkan pilih sistem yang sesuai. ATAU warnanya terlalu lemah. Periksalah kontrol warnanya.

Bintik-bintik/ garis-garis muncul pada layar TV secara terputus-putus.

Penerimaannya terganggu oleh mobil, motor, kereta, peralatan listrik atau lampu fluoresensi. Tunggulah sejenak sampai gangguan ini pergi atau lingkungan menjadi stabil.

Terdapat noda-noda berwarna pada gambar.

Gangguan magnetis dari alat yang tidak terproteksi/ magnetis bumi. Silahkan memindahkannya/ merubah posisi unit. ATAU speaker Hi-Fi ditempatkan terlalu dekat TV. Pindahkan menjauh. ATAU TV digerakkan saat masih “on”. Matikan TV selama 30 menit, dan nyalakan kembali.

Penerimaan teleteks pada TV rusak atau ada huruf-huruf yang menghilang.

Penerimaan gambar TV seperti bersalju, terdapat banyak gambar atau gangguan. Periksalah antena TV anda.

Pola-pola gangguan muncul pada TV.

Gejala seperti itu dapat muncul jika antena pemancar dari stasiun radio atau operator resminya dekat dengan TV.

Program yang dipilih tidak tampak dengan jelas/ gambarnya seperti bersalju.

Antena belum terhubung. Hubungkan antena dengan benar. ATAU sinyal antenanya lemah. Periksalah antenanya.

Tidak ada warna yang muncul di gambar dan ada suara bising.

Suara TV dan sistem warna tidak benar. Pilihlah sistem yang sesuai.

Layar pada TV menampilkan banyak gambar.

Arah antena telah berubah. Mungkin disebabkan angin kencang. Periksalah antenanya. ATAU pantulan sinyal dari gunung atau bangunan disekeliling mungkin mempengaruhi gambar.

Tidak ada suplai listrik.

Kabel listrik belum tersambung. Hubungkan kabel listrik ke suplai listrik utama. ATAU suplai power utama belum dinyalakan. Nyalakan suplai power utama. ATAU power-nya dalam posisi stand by. Tekan tombol stand by pada remote kontrol.

Nomor saluran tidak menghilang dari layar TV.

Tombol RECALL telah tertekan. Tekan sekali lagi.

Ada gambar biasa namun tidak ada suara.

Periksa apakah fungsi mute telah diaktifkan pada remote kontrol. Tekan tombolnya sekali lagi. ATAU volume terlalu kecil. Periksalah kontrol volume.

2. Plasma dan LCD TV

Saya dengar bahwa TV plasma dapat burn in setelah beberapa waktu. Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan burn in, dan apakah perlu dikuatirkan?

Burn in, atau dikenal juga dengan screen image retention (jejak bayangan) merupakan penuaan fosfor yang tidak merata pada layar. Gejala ini dapat terjadi pada semua layar yang menggunakan fosfor termasuk CRT TV dan Plasma TV. Ada dua jenis jejak gambar, sementara dan permanen. Jejak gambar sementara secara otomatis akan dihilangkan dengan screen-saver yang sudah ada pada Plasma. Jejak gambar permanen hanya akan terjadi jika gambar yang sama (foto) ditampilkan pada layar dalam waktu yang sangat lama, yaitu seminggu dimana hal ini hampir tidak mungkin terjadi. Jadi Tidak ada yang perlu dikhawatirkan perihal jejak gambar.

Berapa lama umur TV plasma saya?

Semua layar yang menggunakan fosfor akan kehilangan kecerahannya setelah beberapa waktu. Percaya atau tidak, TV tabung tua yang Anda miliki di ruang keluarga tidaklah secerah ketika Anda membelinya 10 tahun lalu. Kebanyakan layar secara alami akan memudar seiring dengan lama masa pakainya dan akan lebih cepat memudar jika Anda menyetelnya pada brightness dan contrast yang sangat tinggi. Dengan pengaturan brightness dan contrast yang baik, Plasma dapat digunakan selama bertahun-tahun dengan kecerahan yang memadai.

Apakah persyaratan minimum untuk layar HD-Ready?

Resolusi asli minimum dari layar haruslah minimum 720 garis fisik pada rasio 16:9. Layar tersebut harus dapat meresolusikan 720p, 1080i atau 1080p.


Alat layar tersebut harus dapat menerima input HD melalui:


Antena dalam untuk menerima sinyal HDTV dari stasiun TV yang sudah memancarkan program High-Definition

HDMI (High Definition Multimedia Interface) atau DVI (Digital Visual Interface)

Input-input HD harus memiliki format video HD berikut ini:


1280x720 @ 50Hz progression (720p)

1920x1080 @50Hz interface (1080i)

Bagaimana menerima program-program HDTV?

Untuk menikmati manfaat penuh penyiaran HDTV, anda harus memiliki hal-hal berikut:


TV HD-Ready (TV yang siap untuk HD)

Sebuah set top HD receiver yang dapat memberikan resolusi minimum 720p hingga 1080i

Sebuah antena dalam untuk menerima sinyal HDTV dari Mediacorp atau berlangganan pada kabel digital SCV jika program-program HDTV tersedia melalui kabel.

Sistem home theatre Dolby Digital dengan speaker. Suara sekeliling ruangan akan memberikan kepada anda pengalaman audio yang maksimal, namun ini bukan keharusan

Apakah yang dimaksud dengan HDMI? Apakah kompatibel dengan DVI?

HDMI merupakan singkatan dari High-Definition Multimedia Interface. HDMI merupakan koneksi pertama di Industri consumer electronics yang mampu mengirimkan sinyal Audio dan Video sekaligus dalam satu kabel. HDMI menawarkan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan koneksi analog biasa karena transmisi dilakukan secara digital..


Berbeda dengan HDMI, DVI hanya mengirimkan sinyal video digital saja dengan kualitas yang kira-kira sama dengan HDMI.

Mengapa saya masih melihat strip-strip hitam pada TV layar lebar saya ketika saya menonton DVD layar lebar tertentu dan siaran HDTV?

TV layar lebar anda memiliki aspek rasio 16:9 (1,78:1), yang merupakan aspek rasio HDTV. Namun, film-film dibuat pada beberapa aspek rasio yang berbeda, termasuk 2,35:1. Yang juga disebut dengan “scope”, 2,35:1 adalah aspek rasio yang sangat panoramik yang memberikan bidang pandang yang lebar di bioskop. Scope jauh lebih lebar dari TV layar lebar anda, sehingga memerlukan penggunaan letterboxing (“strip-strip hitam”) untuk memasukkan seluruh gambar pada layar. Beberapa TV dan DVD player memiliki fungsi zoom yang memungkinkan anda memperbesar gambar sehingga memenuhi layar, namun sisi-sisi dari gambar harus terpotong untuk melakukan hal tersebut.

Seperti apakah siaran dan DVD 4:3 pada TV layar lebar?

Ada pengaturan umum untuk menyesuaikan penampilan materi 4:3 pada TV layar lebar Panasonic. Materi tersebut dapat dilihat dengan strip-strip hitam pada sisi-sisinya, untuk tetap menjaga gambar terlihat seperti yang dimaksud untuk dilihat sejak awal. Beberapa penonton merasa bahwa strip-strip hitam tersebut mengganggu, sehingga mereka lebih memilih salah satu dari mode regangan yang memungkinkan gambar memenuhi seluruh layar TV. Salah satu dari mode tersebut adalah mode JUST (justify/ sesuaikan), yang meregangkan hanya bagian luar dari gambar, tanpa merubah bagian tengahnya.

Apakah bedanya TV Plasma dan TV LCD?

Karena keduanya menggunakan metode yang berbeda, maka gambar yang dihasilkannya pun berbeda pula. TV Plasma adalah yang terbaik dalam memproduksi gambar layar besar yang kuat dengan banyak efek, sementara TV LCD baik dalam menghasilkan gambar-gambar modulasi yang halus di ruang yang terang oleh lampu.