Mengapa Harus Hexachroma ?

about us

Mengapa Harus Hexachroma?

Sejak diberlakukan secara komersial tahun 1953, TV berwarna sejak awal mengandalkan sistem pewarnaan (color system) RGB. Sebuah sistem yang memproses warna berdasarkan tiga warna dasar: Merah (R), Hijau (G), dan Biru (B). Sejak awal, kelemahan mendasar pada sistem pewarnaan ini ada di titik kecerahan (brightness) dan skin tone-nya, dua hal yang justru sangat berpengaruh bagi kealamian (natural) warna yang dihasilkan. Istilahnya, yang paling mendekatkan warna sesungguhnya.

Berbagai teknologi kemudian dikembangkan, terutama para pabrikan TV kelas dunia. Semua berlomba mencari rumusan baru untuk mengeksplor kenaturalan warna yang mampu diproduksi produk-produk TV mereka. Ada yang fokus pada kecerahan gambar dengan harapan akan makin meningkatkan warna. Beberapa malah sibuk mengutak-atik formasi RGB sejalan dengan terus munculnya teknologi gambar mulai HD-Ready hingga kini 4K.

Di lain pihak, dalam teknologi warna itu sendiri, dikenal sistem CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Key). Sistem yang awalnya diciptakan untuk kebutuhan cetak ini juga terus dikembangkan. Diklaim sebagai sistem pewarnaan paling mampu mendekati diri pada kealamian warna, karena sistem ini menyajikan tingkat kecerahan, tonal kulit (skin tone), dan palet warna yang sempurna. Tak heran, warna-warna pastel yang harus presisi pun mampu dihadirkan dalam bentuk cetakan (termasuk foto).

Namun sayang sistem CMYK ini dianggap agak sulit diaplikasikan ke tayangan visual bergerak. Ada beberapa masalah teknis yang menurut beberapa ahli masih belum ditemukan solusinya. Yang paling esensial adalah masalah gambar bergerak (moving pictures) dan gambar tetap (still pictures). Sudah pernah dijajal untuk mengkombinasi dua sistem ini. Namun selalu gagal atau kurang optimal. 

Hexachroma solusinya

Fenomena kombinasi sistem RGB dan CMYK ini lah yang kemudian oleh Panasonic diekplorasi. Berbagai riset dilakukan, hingga akhirnya pabrikan Jepang ini mampu mewujudkannya. Bahwa sesungguhnya kombinasi tak melulu masalah pengayaan palet warna, namun yang sering dilupakan, peningkatan kualitas kecerahan serta tonal kulit tak dapat dipisahkan dari pemrosesan kombinasi tersebut.

Panasonic tetap memposisikan RGB sebagai sumber warna primer dalam sistem. Namun pengayaan terjadi dengan menambahkan unsur warna pelengkap, yakni CMY. Maka terjadilah kinerja kombinasi 6 warna yang akhirnya mampu menyajikan kekayaan warna yang begitu istimewa. Kemudian dilabeli sebagai sistem Hexachroma.


Untuk menjadi lebih sempurna, Panasonic pun menghadirkan fitur sinyal dianalisis untuk setiap gambar secara detail. Artinya, warna dikompensasikan agar sesuai kebutuhan aslinya. Tiap gambar dianalisa, lalu kejenuhan masing-masing warna (Merah, Biru, Hijau, Kuning, Magenta, Cyan, plus warna kulit tentunya) ditingkatkan. 


Bagaimana dengan level kecerahan? Panasonic kemudian menciptakan sebuah fitur pengubah gambar yang dirancang khusus bagi sinyal digital, demi memperbaiki warna, kecerahan dan ketajaman. Ini membuat nada dan warna kulit terlihat alami, meningkatkan kecerahan dan mempertajam gambar dengan metode pengurang noise yang ada. Teknologi unik ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan gambar yang tak hanya kaya warna, namun juga alamiah.

Semua proses tersebut terjadi dalam metode atau sistem Hexachroma orisinal persembahan Panasonic. Yang kini sudah diberlakukan untuk produk-produk TV terbarunya. Sistem yang berbasis pada kombinasi dua sistem warna unggulan, plus tweaking pada kecerahan dan tonal kulit ini, kini menjadi solusi paling mutakhir pada kesempurnaan gambar di TV yang selama ini diidam-idamkan. Yap, Hexachroma lah solusinya.


YOU MAY ALSO LIKE