Kenali Ragam dan Ciri Teknologi TV Modern

about us

Berbagai produser TV atau peranti penghasil gambar berlomba menciptakan banyak jenis TV. Semua mengarah pada kemampuan menghasilkan gambar berdefinisi tinggi. Hingga kini ada empat teknologi yang umum digunakan untuk TV panel datar.

Sebelum menentukan pilihan, ada baiknya Anda mencari tahu terlebih dahulu apa sebenarnya yang ada di tiap teknologi tersebut. Tentu agar sesuai kebutuhan dan selera pribadi. Yuk, kupas tuntas ragam teknologi TV modern saat ini!

Plasma

  • Layarnya besar, terbesar pernah diproduksi untuk consumer hingga di atas 100an inci.
  • Begitu tipisnya, hingga bisa ditempel ke dinding.
  • Terang dan detailnya gambar tetap konsisten dari sudut manapun Anda memandang.
  • Cenderung mahal.
  • Unggul dalam menyajikan sisi hitam pada gambar secara alamiah, hingga gambar disaji lebih hangat, tidak melelahkan mata, namun tetap detail.

LCD (Liquid Crystal Display)

  • Teknologi ini kini sudah diaplikasikan tak hanya ke TV tapi juga proyektor.
  • Tapi kualitas gambarnya lebih terang ketimbang Plasma dan proyektor.
  • Tak mampu secara sempurna menyajikan sisi hitam gambar yang sesungguhnya layaknya teknologi panel datar lainnya.
  • Terbaik pada tampilan lebar (wide).
  • Bebas resiko panas berlebihan pada panel belakangnya.
  • Seperti plasma, ia juga pantas ditempel di dinding.
  • Hingga kini layarnya maksimal bisa mencapai 50an inci.
  • Harganya terbilang terjangkau.

LED (Light-Emited Diode)

  • Untuk TV rumah, sebenarnya jenis ini tak sepenuhnya menggunakan teknologi Light-Emited Diode seperti yang ada di layar besar dalam stadion olahraga atau mal-mal. Untuk TV LED rumahan, sebenarnya TV LCD yang menggunakan teknologi LED sebagai ’backlight’ TV tersebut. LED digunakan sebagai sumber latar cahaya.
  • Kini harganya makin terjangkau.
  • Berkat backlight dari LED dibanding LCD biasa, TV jenis ini mampu menghasilkan gambar dengan brightness dan contrast yang lebih baik, serta tingkat kehitaman lebih dalam.
  • Lebih hemat energi 40% dan bebas polusi ketimbang LCD.
  • Salah satu TV paling tipis saat ini, di mana yang kini beredar hanya memiliki ketebalan 1 inci atau sekitar 25mm saja.

OLED (Organic Light-Emited Diode)

  • Sejenis LED di mana lapisan yang bercahayanya terbuat dari semacam senyawa organik (carbon), dan akan memancarkan cahaya bila dialiri listrik. Secara kinerja, TV OLED mirip Plasma karena menghasilkan cahaya sendiri untuk menyajikan gambar. Beda dengan LCD yang butuh bantuan cahaya dari LED agar mampu menghasilkan gambar.
  • Dalam perkembangannya, teknologi OLED untuk TV kini bekerja aktif hingga disebut sebagai Active Matrix OLED atau disingkat AMOLED. Tadinya didesain untuk kebutuhan layar gadget. Namun kini diaplikasikan ke TV.
  • Karena kemandiriannya dalam produksi gambar, layar OLED mampu berdesain paling tipis di antara teknologi TV modern. Untuk ukuran layar pun jadi tak terbatas. Oleh karena itu layar OLED sanggup menjadi panel untuk dinding sebuah panggung, bahkan untuk menutupi sebuah mal.
  • Kualitas gambarnya mirip Plasma, dengan rasio kontras tertinggi dan kedalaman kehitaman paling dalam. Karena punya sumber cahaya sendiri, jenis ini memiliki konsumsi listrik paling rendah di antara jenis TV lainnya, yang membuatnya hemat energi.

Hexachroma TV

  • Teknologi orisinal dari Panasonic, berkenaan dengan teknologi pemrosesan gambar menjadi lebih detail, akurat, dan natural. Kualitas gambar indah yang dihasilkan teknologi ini diawali dari reproduksi atau tepatnya modifikasi CMYK hingga menghasilkan 6 unsur warna.
  • Optimalisasi pada palet warna ditambah dengan sistem manajemen warna 3D dengan jutaan color check, membuat Hexachroma secara cerdas dan cermat menyajikan gambar yang tajam dan sempurna.
  • Teknologi ini bisa diaplikasikan pada jenis panel datar manapun. Terutama panel LED dan OLED.
  • Panasonic mengaplikasikan teknologi ini pada seri-seri TV terbarunya, dengan range besar layar yang beragam.

YOU MAY ALSO LIKE