Harga TV LED LG 32 Inch

about us

Diprediksi 2017-2018: 

Kondisi Pasar TV Semakin Membaik


Memasuki pertengahan Tahun 2017, kondisi ekonomi Indonesia diramalkan kian membaik. Bank Dunia (World Bank) pun memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2017 ini sebesar 5,2%. Ini merupakan angka pertumbuhan pertama dalam lima tahun terakhir.  Pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat serta harga komoditas yang lebih tinggi dinilai menjadi pendorong utama.

Beberapa pakar ekonomi bahkan mengklaim tahun ini sebagai momen pemulihan ekonomi tanah air yang sempat terpuruk. Optimisme ternyata juga datang dari pasar elektronik, khususnya televisi. Hal ini bisa dilihat dari potensi pasar di kategori televisi premium dengan harga di atas Rp 30 juta bahkan mencapai Rp 200 juta. Dua produk yang secara spesifik masuk kategori TV premium adalah TV HD dan UHD, baik dari teknologi LED maupun OLED.

Dua pemain utama yang sudah ambil bagian dan cukup potensial di pasar ini adalah LG dan Panasonic. Secara kualitas, dua merk ini terus bersaing. Sama-sama mengajukan teknologi dan kualitas terbaik yang pernah ada di pasar TV. Berbagai bentuk ddukasi pasar pasar pun dilakukan keduanya.


Secara harga, jajaran TV LED dari LG dicek dari pasar yang ada sekarang, jauh lebih murah ketimbang kompetitor asal Jepang tersebut. Strategi harga LG ini cukup berpengaruh. Terbukti dari market share di tahun 2016, LG mendominasi pangsa TV LED di Indonesia. 

Di saat brand TV lain membanderol produk TV LED 42inch dengan fitur SmartTV di kisaran terendah Rp4 jutaan, LG berani dengan harga di bawahnya. Begitu juga di ukuran layar lainya.

Ini bisa terjadi karena LG sudah melakukan produksi massal. Di awal memang TV LED mahal karena masih mengimpor dari pabrikan di Korea. Tapi kini semua sudah diproduksi sendiri di Cibitung, sehingga cost bisa lebih murah dan terjangkau. Malah pabrik LG di Cibitung tersebut, memproduksi untuk kebutuhan pasar di negara lain.


YOU MAY ALSO LIKE